<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0" xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule">

<channel>
<title>Salam A Choen!</title>
<link>http://gemini852003.multiply.com/</link>
<description>Selamat berjuang kawan, jangan pernah berhenti bermimpi. Mimpi Anda saat ini, buktikanlah sebagai realitas mendatang !</description>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 18:26:34 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Thu, 28 Jun 2007 17:08:47 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Salam A Choen!</title>
<url>http://images.gemini852003.multiply.com/logo</url>
<link>http://gemini852003.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>MAHASISWA DAN MAINSTREM 'AGENT OF SOCIAL CHANGE'</title>
<description>Oleh: CUCUN HENDRIANA* &#160; Mahasiswa sering dikait-kaitkan sebagai agent of social change (agen perubahan) bagi masyarakat. Sebutan itu sangat berahrga bagi seseorang yang sedang menimba ilmu. Kata tersebut setidaknya sampai sekarang masih seringg kita dengardanterasa dekat sekali dengannya.Terkadang kita -sebagai mahasiswa- pun bangga&#160;dengan sebutan tersebut. &#160; Mahasiswa memang sangat erta dengan pwerubahan yang terjadi di sekitarnya.&#160;Paradigma berpikir&#160;yang&#160;bertendensi progresif akan&#160; memberikan respon positif bagi perkembangan sebuah komunitas masyarakat. Inilah makna yang terkandung dalam&#160; kata agent&#160; of social change.&#160;Namun, kini sebutan tersebut seakan menuai ganjalan yang berat untuk di implementasikan, karenanya mahasiswa&#160; masa kini&#160;sepertinya telah berubah orientasinya.&#160;Realita yang ada menunjukkan bahwa mahasiswa sekarang lebih&#160;cenderung individualistik dan menekankan profit oriented.&#160; Hal demikian tak b...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/28</guid>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 17:08:47 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Presiden, Dewan dan Interpelasi</title>
<description>Terbit pada koran TEMPO, edisi 28 Juni 2007
 
Presiden kini di gempur dua sidang interpelasi sekaligus. Interpelasi resolusi Iran dan yang menghangat adalah interpelasi lumpur lapindo. Interpelasi atau hak bertanya pada presiden, dalam sejarahnya selalu ditakuti pemerintah. Sejarah telah mencatat bahwa sidang interpelasi telah berhasil menggulingkan Abdurahman Wahid dari singgasana kepresidenan. Dan semua presiden sebelum atau sesudah Gus Dur belum ada yang berani duduk mesra dalam sidang interpelasi untuk berhadapan dengan macan-macan Senayan termasuk Susilo Bambang Yudhoyono.
 
Presiden takut kekuasaannya di goyang dalam sidang interpelasi. Apalagi, kini kita bisa saksikan bahwa hubungan DPR dan presiden kurang sejalan dan disharmoni. Kehawatiran muncul dari SBY, jangan-jangan interpelasi dijadikan ajang "penelanjangan" dirinya di hadapan publik. Sementara itu, DPR makin getol untuk menggolkan sidang interpelasi. Tak ayal, interpelasi hanya sebuah jargon yang menakutkan bagi pres...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/27</guid>
<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 16:50:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Interpelasi Resolusi Iran, Kok Kita yang Ribut?</title>
<description>Interpelasi Resolusi Iran, Kok Kita yang Ribut? 18-6-2007Oleh : CUCUN HENDRIANA*  Kontroversi seputar interpelasi sampai kini tak kunjung selesai. DPR sebagai pengusung bersikukuh agar presiden menghadiri sidang paripurna yang membahas interpelasi&#160; tersebut, yaitu masalah resolusi PBB atas&#160;Iran . Presiden pada sidang paripurna tidak bisa hadir dan mengutus tujuh orang menteri sebagai penggantinya. Namun, DPR menolak utusan tersebut. DPR dan presiden sejatinya adalah dua lembaga yang sejajar kedudukannya. Tidak ada yang mengungguli yang satu sama yang lainnya. Akan tetapi, bukti di lapangan seakan menyatakan, antara DPR dan presiden sedang beradu kekuatan, siapa yang lebih kuat? DPR merupakan lembaga yang memperhatikan aspirasi rakyat untuk kemajuan negeri dan bangsa. Begitupun dengan presiden. Konflik yang tengah terjadi di antara dua kutub tersebut, seakan tengah mempertontonkan kepada publik, betapa tidak matangnya paradigma berpikir mereka. Padahal, mereka merupakan insan-...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/26</guid>
<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 04:23:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>KKS Banda Aceh</title>
<description>Semoga berhasil...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/calendar/item/10002</guid>
<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 15:22:29 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Yang Pergi, Yang Datang</title>
<description>Kadang terasa aneh dengan apa yang terjadi dengan kehidupan ini. Masa muda memang penuh romantika menarik untuk diungkap. Hal ini sebagaimana yang terjadi dengan Andi -tokoh kisah ini. Semasa SMA ia menemukan tambatan hatinya. Namun, kadang apa yang di harapkan Andi tak sejalan dengan realitas yang menimpanya. Kini, ia harus hengkang dari tempat dimana ia dibesarkan ke tempat yang jauh di sana. Sungguh berat, Andi harus meninggalkan semua kenangan manis yang telah tertanam erat di kalbunya, termasuk kekasihnya. Tapi apa mau dikata, nasib berkata demikian. Seiring perjalanan waktu, hari-hari itu Andi allui dengan kesabaran dan keyakinan bahwa kepergiannya bukan untuk selamanya. Ia akan bergegas pulang dan menemukan kembali impiannya. Setahun ia telah lewati, dengan masa-masa sulit tak tertandingi. Sejuta rasa dan asa terpendam dalam. Guncangan jiwa bergejolak jauh di dalam kalbunya. Kerinduan pada kekasih yang lama tak jua, terus menjadi-jadi. Namun, tak kuasa, ia kini jauh dari kota ke...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/25</guid>
<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 05:36:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kasus Pasuruan</title>
<description>Terbit pada koran TEMPO, edisi sabtu 09 June 2007 &#160; CUCUN HENDRIANA Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta &#160; &#160; Kisruh penembakan oleh aparat TNI AL di desa Alas Tlogon, Pasuruan, kini menjadi berita heboh. Pasalnya, dalam bentrokan tersebut empat orang warga jadi tumbal. Pemicu bentrokan ini adalah sengketa tanah antara TNI AL dan warga setempat. &#160; Jika kita telisik dengan apa yang terjadi dengan insiden ini. Sungguh merupakan peristiwa yang tragis dan mencengangkan juga memprihatinkan. Betapa tidak, pelaku dibalik tewasnya warga adalah aparat pemerintah yang harusnya menjadi tauladan yang baik, dalam hal ini TNI AL. &#160; Insiden ini ditengarai akan memperburuk citra aparat di mata masyarakat. Seyogianya, aparat menjadi pelindung bagi rakyat yang membutuhkan, tapi kini eksistensinya dicemarkan oleh perbuatannya sendiri. Meski ini tentunya bukan ditujukan pada seluruh elemen aparat, tapi setidaknya, dengan insiden ini, pihak aparat bis...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/24</guid>
<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 15:01:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Interpelasi, Untuk Siapa?</title>
<description>&#160; Oleh CUCUN HENDRIANA Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta &#160; Kontroversi seputar interpelasi sampai kini tak kunjung selesai. DPR sebagai pengusung bersikukuh agar presiden menghadiri sidang paripurna yang membahas interpelasi&#160; tersebut, yaitu masalah resolusi PBB atas&#160;Iran . Presiden pada sidang paripurna tidak bisa hadir dan mengutus tujuh orang menteri sebagai penggantinya. Namun, DPR menolak utusan tersebut. &#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160;&#160; DPR dan presiden sejatinya adalah dua lembaga yang sejajar kedudukannya. Tidak ada yang mengungguli yang satu sama yang lainnya. Akan tetapi, bukti di lapangan seakan menyatakan, antara DPR dan presiden sedang beradu kekuatan, siapa yang lebih kuat?. DPR merupakan lembaga yang memperhatikan aspirasi rakyat untuk kemajuan negeri dan bangsa. Begitupun dengan presiden. Konflik yang tengah terjadi di antara dua kutub tersebut, seakan tengah mempertontonkan kepada ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/23</guid>
<pubDate>Fri, 8 Jun 2007 09:30:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Presiden Juga Manusia</title>
<description>Terbit di koran SINDO, 29 Mei 2007 &#160; Oleh CUCUN HENDRIANA Ketua Umum Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) Ciputat dan Mahasiswa FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta &#160; Dewasa ini isu tentang dana non budgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang memanas. Saking panasnya, isu itu kini menerjang orang nomor satu negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini sebagaimana dikatakan Amien Rais, bahwa semua Capres dan Cawapres pada pemilu 2004 menerima duit dari DKP untuk modal kampanye. Pernyataan ini seolah dibenarkan dengan pengakuan Sholahuddin Wahid bahwa dirinya pun menerima uang dari DKP meski jumlah nominalnya tak diketahui. &#160; Isu ini secara tidak langsung tertuju pula pada SBY sehingga spontan ia menggelar konferensi pers di halaman istana negara. Banyak pengamat menafsirkan bahwa apa yang dilakukan SBY merupakan sesuatu yang berlebihan dilakukan oleh seorang kepala negara. Dan katanya, sepanjang sejarah hal demikian belum pernah terjadi, yakni...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/22</guid>
<pubDate>Tue, 29 May 2007 08:46:24 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Presiden Juga Manusia</title>
<description>PRESIDEN JUGA MANUSIA &#160; Terbit pada Suara Mahasiswa KORAN SINDO, 29 Mei 2007 &#160; &#160; Dewasa ini isu tentang dana non budgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang memanas. Saking panasnya, isu itu kini menerjang orang nomor satu negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini sebagaimana dikatakan Amien Rais, bahwa semua Capres dan Cawapres pada pemilu 2004 menerima duit dari DKP untuk modal kampanye. Pernyataan ini seolah dibenarkan dengan pengakuan Sholahuddin Wahid bahwa dirinya pun menerima uang dari DKP meski jumlah nominalnya tak diketahui. &#160; Isu ini secara tidak langsung tertuju pula pada SBY sehingga spontan ia menggelar konferensi pers di halaman istana negara. Banyak pengamat menafsirkan bahwa apa yang dilakukan SBY merupakan sesuatu yang berlebihan dilakukan oleh seorang kepala negara. Dan katanya, sepanjang sejarah hal demikian belum pernah terjadi, yakni presiden menyempatkan waktu hanya untuk menanggapi sesuatu yang sifatnya privasi individualistik...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/21</guid>
<pubDate>Tue, 29 May 2007 08:26:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Presiden Juga Manusia</title>
<description>Terbit pada Suara Mahasiswa KORAN SINDO, 29 Mei 2007 &#160; &#160; Dewasa ini isu tentang dana non budgeter Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) sedang memanas. Saking panasnya, isu itu kini menerjang orang nomor satu negeri ini, Susilo Bambang Yudhoyono. Hal ini sebagaimana dikatakan Amien Rais, bahwa semua Capres dan Cawapres pada pemilu 2004 menerima duit dari DKP untuk modal kampanye. Pernyataan ini seolah dibenarkan dengan pengakuan Sholahuddin Wahid bahwa dirinya pun menerima uang dari DKP meski jumlah nominalnya tak diketahui. &#160; Isu ini secara tidak langsung tertuju pula pada SBY sehingga spontan ia menggelar konferensi pers di halaman istana negara. Banyak pengamat menafsirkan bahwa apa yang dilakukan SBY merupakan sesuatu yang berlebihan dilakukan oleh seorang kepala negara. Dan katanya, sepanjang sejarah hal demikian belum pernah terjadi, yakni presiden menyempatkan waktu hanya untuk menanggapi sesuatu yang sifatnya privasi individualistik. Sebagaimana dikemukakan Eff...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/20</guid>
<pubDate>Tue, 29 May 2007 08:21:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pewahyuan Al-Qur'an dan Autentisitasnya: Sebuah Koreksi dan Jawaban</title>
<description>
Cucun Hendriana el-Faiz*, Aktivis Moderation of Islam FrontPada tanggal 4 Mei 2007, koran Tempo menyajikan pendapat saudara Mohamad Guntur Romli, seorang aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) yang bertajuk "Pewahyuan Al-Qur'an: Antara Budaya dan Sejarah". Artikel yang di tulis membuat saya merasa perlu untuk menjawabnya. Dalam tulisan tersebut, penulis mengetengahkan pemikiran-pemikiran yang cukup memprihatinkan dan sudah barang tentu bagi mayoritas umat Islam dapat menimbulkan kontroversi.Al-Qur'an adalah kalam Illahi yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat Jibril, yang bernilai ibadah bagi yang membacanya karena ia merupakan mukjizat, dimulai dari surat Al-Fatihah dan diakhiri surat An-nash. Dalam penurunan al-Qur'an, Allah Swt menggunakan dua kata yakni lapadz "nazzala" dan "anzala" yang secara lughowi (etimologi) berarti menurunkan namun berbeda dalam interpretasinya. Lapadz nazzala, menurut para ulama adalah turunnya ilmu Allah Swt, termasuk didalamny...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/18</guid>
<pubDate>Mon, 21 May 2007 01:49:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Pendidikan dan Boomerang Korporasi</title>
<description>CUCUN HENDRIANAKetua Umum Ikatan Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa Kuningan (IPPMK) wil. Ciputat dan Mahasiswa FDI UIN Syarif Hidayatullah JakartaPendidikan merupakan tonggak peradaban umat manusia. Sepanjang sejarah, pendidikan merupakan unsur urgen dalam membangun sebuah bangsa. Begitupun dengan Indonesia, pendidikan terus tumbuh sesuai dengan perkembangan zaman. Namun, sayang seribu kali sayang, bahwa pendidikan negeri ini sebagai ajang korporasi dunia bisnis.Sebenarnya, kalau kita menelisik apa yang tengah terjadi di Nusantara ini merupakan boomerang dunia pendidikan yang telah mendarah daging. Anggaran pendidikan pemerintah yang kecil terhadap dunia pendidikan kontan membuat bangsa ini terus belepotan dan ketinggalan oleh bangsa lain. Dan mungkin inilah pemikat orang untuk menjadikan sekolah/kampus sebagai lahan korporasi. Sungguh dilematis memang, di satu sisi pendidikan merupakan utilitas semua orang dalam rangka progresivitas bangsa. Di sisi lain, tenaga pengajar (meskipun ini meru...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/17</guid>
<pubDate>Mon, 21 May 2007 01:45:59 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Involusi Bangsa, Involusi Kita</title>
<description>
Terbit pada majalah Syir'ah, edisi 14-04-2007Tak bisa dielakkan, dalam hal ini pemerintahlah sebagai pemegang kendali dalam mengentaskan semua kemelut. Dan rakyat sebagai supporter demi tercipta dan terimplementasinya program-program pemerintah tersebut. Sinergisasi dan sikap saling kooperatif akan sangat menopang terealisasinya harapan kita menjadi bangsa yang besar dan bisa mengatasi segala dinamika yang terus mendera bangsa kita. SEJAUH ini, setelah 62 tahun bangsa Indonesia merdeka kiranya banyak catatan yang mesti kita perhatikan seksama. Perjalanan bangsa ini sangat sarat dengan tumpang-tindih bencana alam yang bertubi-tubi. Mulai dari bencana alam tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam 26 Desember 2004 silam, disusul yang tengah santer lumpur lapindo di Sidoarjo, longsor dan kini banjir di berbagai wilayah negeri ini. Dengan berbagai insiden ini seakan menambah panjang deretan catatan hitam akhir tahun bangsa ini yang mungkin sudah kelelahan dengan semua yang terjadi. Di penghuju...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/16</guid>
<pubDate>Mon, 21 May 2007 01:43:17 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Renungan Bangsa</title>
<description>DEMOKRASI, TERJEBAK RETORIKA TANPA AKSIOleh CUCUN HENDRIANASejarah Indonesia terbentang dengan dimensi romantika sejarah yang panjang. Demokrasi Indonesia tergelindingkan dan mengkristal menjadi sistem negara kitapun terjadi melalui suatu proses yang panjang. Namun sampai saat ini wajah demokrasi kita seakan masih ketelikung lingkaran setan yang akut yang sudah mendarah daging yang tak berkesudahan. Dimana, di celah-celah demokrasi kita masih terselip sikap dan perilaku yang mengkhianati nilai-nilai demokrasi itu sendiri yang terus mendongkrak dan menggerogoti tubuh demokrasi di Indonesia dari generasi ke generasi. Mentalitas korup dan skandal-skandal mesum yang makin hari kian semarak di kalangan elite pejabat adalah sorotan realita tak terbantahkan akan semrawutnya demokrasi di bumi Nusantara ini.Kalau kita telisik secara cermat berbagai persoalan yang ada pada bangsa ini, nampaknya tak akan terlepas dari persoalan mentalitas bangsa yang tengah berada dalam titik nadir terendah (degr...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/15</guid>
<pubDate>Mon, 21 May 2007 01:40:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Buktikan Peduli Banjir!</title>
<description>Kita lagi-lagi tersentak dengan tragedi ini. Banjir kini meluluhlantahkan berbagai aktivitas Ibu Kota dewasa ini. Kita sekarang tengah berkabung dirundung duka nestapa oleh murkanya alam. Banyak hal yang perlu kita cermati dari peristiwa lima tahunan ini. Banjir Ibu Kota adalah banjir kontinuitas atau rutinitas yang biasa terjadi. Begitulah berdasarkan realitas empiris yang kita alami setelah peristiwa serupa terjadi pada tahun 2002 silam.&#160;Namun ironisnya, pihak aparat kurang sigap untuk menanganinya. Hal ini terbukti dengan gagapnya pemerintah dalam mengatasinya. Sampai-sampai dengan santainya mengatakan, ini sudah biasa terjadi kok!
&#160;
Ucapan tersebut sejatinya tak layak untuk diucapkan pemerintah DKI. Bagaimanapun, banjir adalah tragedi yang membahayakan manusia. Seharusnya, pemerintah lebih siap dengan banjir rutin ini. Namun persiapannya hanya sebatas retorika saja yang tanpa implementasi. Padahal kita bisa saksikan, digembar-gemborkannya persiapan pemerintah DKI sejak ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/14</guid>
<pubDate>Tue, 6 Feb 2007 03:06:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>panorama</title>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/photos/album/3</guid>
<pubDate>Mon, 5 Feb 2007 10:02:38 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Irak dan Kubangan Ekstrimisme</title>
<description>Sejak invasi Amerika ke Negeri Seribu Satu Malam lalu, kini Irakseperti masuk kubangan lobang yang sangat dalam. Meski kini Irakberusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari keterpurukan, lagi-lagi takkuasa dengan seabreg masalah yang mendera. Amerika, sebagai biangkeladi dari kondisi Irak saat ini, sepertinya telah kewalahan untukmembereskan kesemrawutan yang sekarang terjadi. Ditambahnya serdaduke Irak, menurut -Bush- adalah salah satu solusi mengurangi maraknyakekerasan di Irak. Namun, di kubu Amerika sendiri ternyata ide inimenuai kontroversi yang hebat antara partai Republik dan Demokrat.Demokrat justru mengklaim, bahwa penambahan tentara tidak akanmenambah baik kondisi Irak yang kini terjebak perang saudara.Insiden hukuman mati dengan hukum gantung yang dilakukan pada mantanpresiden Irak Saddam Hussein adalah awal mulanya rentetan panjangdendam antara Sunni dan Syiah. Sebagaimana eksekusi mati Saddam dapatkita saksikan tersebar di internet atau CD, dan dari corak eksekusitersebut, be...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/13</guid>
<pubDate>Mon, 5 Feb 2007 09:42:55 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Implementasi Ekspektasi</title>
<description>Waktu yang kita lalui takkan pernah kembali. Rasanya kita -dalam elusan waktu yang nikmat- akan tetap kekal di bumi ini. Padahal, itu hanya halusinansi yang takkan pernah terjadi. Kita adalah manusia yang fana yang tidak absolut, yang tidak abadi, yang hina, yang tiada artinya di hadapan Allah kecuali mereka yang beriman dan bertakwa. Apa yang kita lakukan sekarang adalah ukuran bagaimana hari esok akan dihadapi........</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/calendar/item/10001</guid>
<pubDate>Mon, 5 Feb 2007 09:03:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ekspektasi Semu Reshuffle: Solusi Atau Distorsi?</title>
<description>Masih segar dalam ingatan kita, secercah noktah hitam tergoreskan. Belum lama Golkar memprotes Yudhoyono tentang pembentukan Unit Kerja Presiden Program Pengelolaan Reformasi (UKP3R) yang kini telah selesai dan itulah sebagai goresan hitam antara Golkar dan Yudhoyono. Dewasa ini, muncul kembali desakan kepada Yudhoyono agar segera melaksanakan perombakan kabinet (reshuffle) kabinet Indonesia Bersatu. Golkar berpendapat bahwa kabinet Indonesia Bersatu sudah selayaknya mengadakan reshuffle terhadap menteri - menteri yang dianggap tak kapable dalam mengurusi tugasnya.Hal ini disampaikan Yahya Zaini pada pers sebagaimana pemberitaan media. Sepintas, kalau kita simak perjalanan Golkar, seolah terus bersitegang dengan Yudhoyono. Setelah satu masalah selesai, muncullah permasalahan yang lain. Namun, agaknya dengan posisi ketua umum Jusuf Kalla yang sekaligus menjadi orang nomor dua di negeri ini, jalan Golkar dalam melancarkan setiap ketidaksetujuannya terhadap Yudhoyono sedikit tersendat dan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/12</guid>
<pubDate>Sat, 3 Feb 2007 05:53:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ketika Kebenaran Tak Dilirik</title>
<description>Dewasa ini, sebagaimana kerap kali kita saksikan bersama. Banyak orang yang sudah tak peduli lagi dengan makna atau artikulasi sebuah kebenaran. Hal ini merupakan sebuah persoalan yang harus segera kita benahi dalam kehidupan ini, terkhusus dalam mikro Indonesia. Sebelum lebih jauh kita analisa masalah ini, ada baiknya jika kita pahami terlebih dahulu makna dari sebuah kebenaran itu sendiri. Banyak interpretasi tentang kebenaran ini dipandang dari berbagai sudut pandang, tergantung kehendak yang menterjemahkan akan menyoroti kata kebenaran atau benar dari segi apa. Jika kita bicara kata benar, maka itu berarti kita bicara tentang lawan kata dari bohong. Satu interpretasi sederhana tentang kebenaran ini adalah sesuatu yang berdasarkan fakta, maka itulah yang di sebut dengan kebenaran. Multi interpretatif memang, tapi sekiranya kita sudah sama -sama mengerti dan paham essensi dan substansi yang terkandung dalam kata kebenaran. Dan yang ingin penulis soroti adalah yang relevansinya dengan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/11</guid>
<pubDate>Sat, 3 Feb 2007 05:45:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Album Photo A Choen</title>
<description>KENANGAN KMSGD</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/photos/album/2</guid>
<pubDate>Sat, 3 Feb 2007 04:28:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>A Choen Hendriana el-Faiz</title>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/photos/album/1</guid>
<pubDate>Sat, 3 Feb 2007 04:20:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>TAK ADAKAH CARA SELAIN UNJUK RASA?</title>
<description>Dewasa ini, ingar bingar unjuk rasa rakyat mengenai berbagai hal semakin merebak luas. Seakan unjuk rasa, demonstrasi, kini merupakan bagian dari kebiasaan bangsa ini dalam membangun negeri.&#160;Masih segar dalam ingatan, unjuk rasa sekdes yang mnginginkan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tak mengherankan, ditengah hiruk pikuk cara berbangsa dan bernegara dengan atas nama demokrasi yang membuka pintu lebar dan ruang kebebasan publik setelah terbungkam berpuluh-puluh tahun pada Orde Baru, dengan arus reformasi mengantarkan rakyat menuju kebebasan. Tapi, apakah benar makna dari kebebasan dalam berdemokrasi&#160;selalu diekspresikan dalam bentuk unjuk rasa yang diklaim sebagai&#160;solusi terbaik? 
&#160;
Bangsa ini tengah sakit. Benturan demi benturan terus menerjang dahsyat. Arus reformasi pun hampir menuai distorsi. Kebebasan yang diberikan kini disalahartikan. Bagaimanapun, unjuk rasa hanyalah solusi terakhir apabila cara diplomatik dan retorika tak membuahkan hasil unt...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/5</guid>
<pubDate>Fri, 2 Feb 2007 15:59:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>INDONESIA PECUNDANG?</title>
<description>INDONESIA PECUNDANG?Oleh C U C U N&#160; H E N D R I A N A
&#160;
Jika kita telisik lebih dalam Indonesia, maka akan nampak bahwa Indonesia pemenang berbagai deretan kejadian mengerikan. Jarangnya kita mendapat sesuatu yang positif, namun seabreg gelar negatif. Pantaslah jika banyak orang mengasumsikan bahwa Indonesia sebagai negeri pecundang. Berbagai insiden, dinamika kehidupan masyarakat, perilaku para elite politik yang tendens linglung ketelikung berbagai persoalan pelik adalah sejumlah deretan contoh yang mengarah ke arah sana. Ditengah kondisi seperti ini, nampaknya harapan belum cukup untuk menjadikan Indonesia sebagai negeri yang besar yang lepas dari klaim pecundang. Berbagai wacana, aspirasi dan saran serta nasihat seakan percuma bila tiada termanifestasi dalam langkah konkret semua kalangan. Butuh kerja keras dan dukungan berbagai kalangan agar kita terlepas dari kesemrawutan.Namun, kitapun masih berharap besar agar Indonesia menjadi pemenang dalam berbagai pergulatan int...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/4</guid>
<pubDate>Fri, 2 Feb 2007 15:39:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>INVOLUSI BANGSA, INVOLUSI KITA: REFLEKSI AKHIR TAHUN</title>
<description>Tahun 2006 akan segera ditinggalkan, dan telah menanti awal baru dengan tahun 2007. Sejauh ini, setelah 62 tahun bangsa Indonesia merdeka kiranya banyak catatan yang mesti kita perhatikan seksama. Perjalanan bangsa ini sangat sarat dengan tumpang-tindih bencana alam yang bertubi-tubi. Mulai dari bencana alam tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam&#160;26 Desember 2004 silam, disusul yang tengah santer lumpur lapindo di Sidoarjo, longsor dan kini banjir di berbagai wilayah negeri ini. Dengan berbagai insiden ini seakan menambah panjang deretan catatan hitam akhir tahun bangsa ini yang mungkin sudah kelelahan dengan semua yang terjadi. Di penghujung tahun ini, sudah jatuh tertimpa tangga lagi, mungkin itu ungkapan yang layak dengan situasi dan kondisi bangsa yang terjadi saat ini. Kita bisa saksikan bersama betapa negeri ini secara kontinuitas terus diterpa dan diporak-porandakan berbagai dinamika dan dilema bencana. Kitapun sempat mengkultuskan dengan semua ini. Apakah bencana ini murni se...</description>
<guid isPermaLink="true">http://gemini852003.multiply.com/journal/item/3</guid>
<pubDate>Fri, 2 Feb 2007 15:34:47 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>